Sabtu, 31 Maret 2012

Jadi Penulis Dulu atau Beli Laptop Dulu?

Manusia memang gag pernah puas dengan apa yang dimiliki. yaa,, bener juga.
Contohnya aku. Pengen jadi penulis. Sudah punya tangan, minta pena. Udah punya pena, minta kertas, Udah punya kertas, minta buku. Dan terakhir, aku udah punya buku, masih minta komputer. Aku kira udah cukup aku punya komputer. Tapi ternyata masih kurang bersyukur juga.
Suatu hari, di kelas, aku lagi ngobrol sama temenku, Uci.
Dia waktu itu lagi sibuk sama laptopnya. dan kita ngobrol gini:
Aku : Enak ya, punya laptop
Uci : Biasa aja wah...
Aku : Enak tauk! aku aja pengen punya laptop, biar aku bisa semakin lancar nulisnya. Dan cepet bikin novel.
Uci : Yaa kamu harus jadi penulis dulu, baru bisa beli laptop. Bukan beli laptop, baru jadi penulis.
Aku : #jlebb #hening
Itu kalimat terbaik dari mulut uci. Aku gag nyangka dia bisa ngomong kayak gitu. Sederhana, namun membuatku tak sanggup berkata-kata. Mungkin Uci lupa pernah bilang gitu ke aku. Tapi aku, sampai kapanpun. Sampai jadi penulis profesional (aamiin) pun, aku akan selalu mengingat kalimat itu.

Yaa,, jadi penulis dulu, baru beli laptop. Oke? Semangat....!!!
(semoga menginspirasi)
Kesalahan terbesar yang kita lakukan adalah menyalahkan keterbatasan materi atas kegagalan mencapai cita-cita...

Kamis, 29 Maret 2012

Untukmu, yang meragukan mimpi-mimpi indahku.
Aku berjanji, kau pasti menyesal...

Habis di Mantan

Sejak saat itu
sejak dia pergi dan aku tak mampu mencegahnya
Aku pun terjatuh
dan ku teriakkan pada dunia
Aku tak ingin lagi mencinta

Maafkan aku...
Bukan ku tak menghiraukanmu
Namun cintaku, telah habis di mantanku
Maafkan aku...
Bukan ku meragukanmu
Namun cintaku, telah habis di mantanku

Terima kasih, untukmu...
yang tak pernah bosan menemani dan menghiburku
Namun maaf, cintaku telah habis di mantanku
Terima kasih, untukmu...
yang tak pernah bosan mengatakan cinta
Bukannya aku tak mencintaimu
Namun sekali lagi, maafkan aku...
Cintaku, terlanjur habis, di mantanku...

Wanna be Crayon Shinchan

Terkadang aku ingin seperti crayon shinchan yang selalu bergembira menjalani hidup.
Andai aku bisa seperti dia yang cuek, tanpa mempedulikan sekitar.
Pasti aku tidak pernah merasakan sakit hati.
Dan tentu saja, aku tidak perlu membuang-buang air mata.
Betapa bahagianya crayon shinchan. Bisa dengan cepat melupakan sesuatu yang menyakitkan.
Seberapa keraspun pukulan dari mamanya, pasti dapat hilang dengan mudah.
Dan yang paling membanggakan dari Crayon Shinchan adalah...
"Secuek apapun dia, namun masih mampu memberikan sebuah hiburan, berupa, tawa..."

Rabu, 28 Maret 2012

Keseimbangan

Kritikan itu vitamin, pujian itu camilan.
Jangan memberiku terlalu banyak vitamin, karena nantinya akan membuatku overdosis...
Jangan juga memberiku terlalu banyak camilan, yang nantinya akan membuat obesitas...
Semua yang terlalu berlebihan sungguh tidak baik.
Dan aku tidak mungkin menutup mulutku saat mereka memberi suapan...
Yang aku bisa lakukan hanya lah membuang makan itu, atau menelannya
Membuang tanpa menyinggung dia yang menyuapku. Dan menelan tanpa mengalami keracunan...
Aku harus belajar dengan cepat. Bagaiman cara menghadapi keadaan apapun.
Tentu Tuhan pasti masih selalu membantuku.
Menyeimbangkan, berbagai keadaan...