Selasa, 24 Maret 2015

Basa-basi Paling Basi

Jarak yang memisahkan kita membuat ruangku angkuh, penuh dengan sembilu
Sakit hatiku tidak sebanding dengan indahnya kenanganmu
Ingatan tentang pertemuan pertama masih jelas terekam dalam memori
Dua orang yang sama-sama menunggu, memutuskan bercakap dan bertukar nama saat itu

Melihatmu tetap sendiri dalam waktu yang lama
Membuatku berpikir bahwa kamu masih menungguku
Mengapa basa-basi paling basi "apa kabar?" tidak kamu ganti dengan pernyataan "Aku merindukanmu."
Jika kamu yang memulai, aku tidak akan ragu melengkapi kalimatmu

Aku pikir kamu hanya datang saat malam atau saat aku bersedih
Bahkan saat sedang bahagia, kamu masih menjadi orang pertama yang ingin aku peluk dan kuucapi terima kasih
Keramaian menawarkan banyak kebahagiaan dan warna yang aku suka
Sementara ketiadaanmu yang aku hidupkan membuatku lebih tersenyum dari penawaran itu

Merayakan banyak hal denganmu adalah saat yang paling kunanti
Aku suka bernyanyi, walaupun nadaku sumbang
Namun untuk mengisi kekosongan di nadamu, aku bisa melakukannya dengan puisi
Maaf. Aku tak pandai basa-basi.


Sabtu, 28 Februari 2015

Searah

Pemandangan yang sama terjadi setiap pukul 6 pagi
Perempuan yang taat peraturan dipertemukan dengan laki-laki yang akrab dengan pelanggaran
Menunggumu di tempat yang sama, berharap kamu segera datang dari arah selatan
Begitulah kita. Kamu terlambat, sedangkan aku selalu memaafkan.

Pemandangan yang sama juga terjadi setiap pukul 3 sore
Perempuan anti sosial dipertemukan dengan laki-laki gila organisasi
Menunggumu selesai menyapa dan berbicara dengan setiap orang yang kamu jumpai
Begitulah kita. Kamu populer, sedangkan aku kurang pergaulan

Aku rindu menunggumu di depan gang rumah dan gerbang sekolah
Kamu tidak menjemputku sebab letak rumah kita searah
Saat pulang, aku juga tidak diantar sebab rumah kita searah
Hanya bisa berharap keduanya bahagia meski salah satu harus menunggu

Aku menulis ini bukan untuk membangkitkan pikiran-pikiran
Hanya ingin mengatakan, betapa menyenangkan pernah menjadi temanmu
Teman yang pernah menunggumu dengan lucu
Teman yang pernah berharap agar bisa selalu searah denganmu

---

Dari aku
Temanmu yang rindu searah denganmu
Btw, aku masih jadi temanmu yang lucu, kan?

Jumat, 06 Februari 2015

Mendengarkan Puisi

Mendengarkan Puisi

Aku ingin menjadi nada di setiap kesempatan yang kamu inginkan. Aku ingin menjadi suara yang kamu simpan dan bisa kamu bawa ke mana-mana. Aku ingin menjadi kata-kata yang kamu hayati untuk kemudian dimengerti. Aku ingin menjadi solusi untuk menyelesaikan kerinduanmu hanya dengan mendengar suaraku. Aku ingin menjadi jawaban rasa penasaranmu terhadap apa yang aku rasakan. Terakhir..,, aku ingin menjadi bait-bait sempurna yang mengerti ke mana tujuan.

Selain menuliskanmu, aku sekarang membacakanmu puisi. Adakah yang lebih indah selain menjadi lagu pengantar tidurmu?


Kamis, 01 Januari 2015

Puisi di Januari

Ada yang tidak ingin ditinggalkan
Ada juga yang membuat hati ingin segera digantikan
Mungkin waktu yang pasrah dilupakan
Atau terlalu percaya diri sedang diperjuangkan

Apakah bunyi terompet dan petasan adalah tanda sedang bahagia?
Bagiku tidak selalu
Terompet berfungsi untuk menyamarkan tangis yang menjadi-jadi
Sedangkan petasan, bisa sebagai bentuk penyamaran suara-suara bising di kepala

Bila tahun sebelumnya aku belum bisa menjadi lagu pengantar tidurmu
Biarkan aku di tahun ini setidaknya menjadi detik-detik di jam dinding kamarmu
Bila tahun sebelumnya aku tidak seberani warna sepatumu
Biarkan aku di tahun ini setidaknya menjadi tali yang mengisi lubang-lubang di sepatumu

Tenang saja, ada yang lebih cerewet daripada puisi-puisiku
Yaitu pikiran-pikiranku tentangmu
Namun untuk tahun ini, aku berharap puisiku lebih cerewet
Yang tentu saja tidak untuk pikiran-pikiranku tentangmu



Selamat tahun baru
Semoga lebih banyak lagi puisi yang dihargai

Sabtu, 27 Desember 2014

Dialog : Terinspirasi...

Perempuan : Apakah salah bila terinspirasi? Atau menjadikan seseorang menjadi objek karya kita?
Laki-laki : Boleh saja. Tapi kadang-kadang, tidak adil untuk beberapa pihak
Perempuan : Tidak adil sebelah mana?
Laki-laki : Kamu mengumbar cerita orang lain.
Perempuan : Aku tidak menyebutkan nama
Laki-laki : Bisa jadi ada yang tersinggung, atau tidak terima
Perempuan : Aku berusaha membuat suatu hal yang meskipun tidak berguna, ia tidak sia-sia
Laki-laki : Iya, aku tahu
Perempuan : Secara tidak langsung, aku berusaha menjadi benar meski belum sempurna. Apa aku salah? Kalau aku salah, berarti Taylor Swift juga salah.
Laki-laki : Tidak salah. Tapi Taylor Swift dan kamu harus sangat kuat untuk banyak hal
Perempuan : Semoga
Laki-laki : Apa kamu juga mau nulis aku di blogmu?
Perempuan : Aku harap kamu terima