Jumat, 21 Maret 2014

Bukan Festival Biasa



Sebagai perayaan usianya yang pertama. Himpunan Mahasiswa Multimedia Broadcasting Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menggelar Festival Seni dan Edukasi. Acara ini akan digelar di Kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada tanggal 22-23 Maret 2014.

Cukup mengeluarkan 10 ribu rupiah. Pengunjung yang datang nanti akan dimanjakan dengan berbagai penampilan komunitas-komunitas dari Surabaya yang ada di sepanjang lokasi. Ada juga performance dari komunitas Multimedia Broadcasting yang menunjukkan kebolehannya secara langsung dalam “MMB Heritage”. Beberapa band indie, seperti: The Flinstone, Senandung Sore, Humi Dumi, Learn to Listen,The Spaghetties, The Classhat, ITS Jazz, dan EEPIS Reggae juga ikut meramaikan acara ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pesan tiketnya sekarang juga.

Video Promosi

Bukan Festival Biasa 
 

Kamis, 13 Maret 2014

Tuhan dan Aku Sayang Kamu

Membolos kuliah hari ini tidak aku rencanakan - walaupun aku melakukan persiapan. Aku bukan dokter atau dukun, tapi aku sama dengan manusia-manusia normal lainnya, yang mempunyai firasat kapan akan sakit.

Sebenarnya aku tidak ingin pamer bagaimana bisa aku sakit dan aku sedang sakit apa. Hanya saja, saat ini aku ingin berbagi cerita tentang hal-hal yang membuatku terus berpikir walaupun sedang sakit. Salah satunya, kedatanganmu...

"Mayoritas sakit itu disebabkan oleh pikiran. Apa kamu berpikir terlalu berat belakangan ini?" katamu yang sudah seperti manusia 2 profesi; dokter dan hakim.

"Kan kamu pernah bilang kalau aku nggak punya otak. Jadi, gimana mungkin aku bisa sakit karena terlalu banyak berpikir?"

"Benar juga. Kamu memang nggak pernah berpikir. Terus kenapa bisa sakit?"

"Sejak kapan penyebab sakitku bisa begitu penting buat kamu?"

"Penyebab sakitmu tidak begitu penting buat aku kalau kamu tidak memanggilku ke sini. Aku hanya berpikir bahwa kamu bukan sakit yang seperti biasanya."

Aku diam. Sambil terus menatapi teh panas yang berganti nama menjadi teh dingin. Aku tidak tahu apa yang mendasari diriku untuk menghubungimu di saat-saat seperti ini. 

"Aku mau men-stop publish bukuku."

"Maksudnya?"

"Menghentikan cetak bukuku. Entah apa istilahnya. Intinya, bukuku harus berhenti diterbitkan."

Sekarang kamu yang diam. Aku menatapimu, berusaha menerka apa yang kamu pikirkan.

"Boleh saja," katamu sambil membalas tatapanku.

"Kamu mendukungku?"

"Memangnya, sejak kapan aku tidak mendukungmu?"

"Terima kasih..."

"Lalu, kapan hari tepatnya pembunuhan itu berlangsung? Kapankah kamu, selaku orang tua, membunuh anakmu sendiri - yang bahkan belum sempat menjadi balita?"

"Aku tidak mau menjadi pembunuh. Kamu belum tahu kondisi yang sekarang. Aku bingung mesti gimana lagi."

"Aku tahu, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah punya otak. Tapi setidaknya, untuk menjadi orang baik dan bijaksana, masih bisa menggunakan hati."




-14 Maret 2014-
Di antara Surabaya yang kadang gigil, kadang terik.

Rabu, 12 Maret 2014

Sabtu, 1 Maret 2014 di Oost Koffie and Thea.

Di hari itu, bukan pertama kali bagi saya mengikuti workshop menulis. Namun bisa menikmati musikalisasi puisi di akhir acara, menyuguhkan pengalaman yang berbeda. Workshop kali ini lebih menekankan pada pembahasan bagaimana cara menerbitkan buku secara mandiri. Acara berlangsung santai sehingga menudahkan pembicara dan peserta workshop untuk berbagi pengalaman. Selain itu, bagi penulis yang pernah menerbitkan bukunya, juga bisa saling mempromosikan buku kepada teman yang lain. Sangat menyenangkan bertemu dengan orang baru. Terlebih bertemu orang-orang yang memiliki mimpi serupa.



Tugas Kuliah - Dasar Jurnalistik #1

Selasa, 11 Maret 2014

Tiba-tiba Gersang #2

Ada yang mengalir dari setiap gelegar tawa
Ada yang gusar di setiap tepuk tangan yang terdengar
Seandainya ada yang bisa aku protes
Mungkin aku yang paling sering merayakan bahagia

Aku menulis agar tidak membunuh orang
Namun orang dengan aurat tertutup bisa membunuhku kapan saja
Aku menulis agar gerakan lidahku tertata rapi
Namun orang dengan ibadah yang tak pernah putus bisa dengan tega melakukannya

Tak ada tutorial yang mengajariku bagaimana membuat otakmu berpikir
Bahkan kitab yang setiap hari kau baca belum mampu membimbingmu
Aku tidak menyesal telah berbagi cerita
Hanya tiba-tiba gersang bila air mataku ditertawakan

Jumat, 07 Maret 2014

Tiba-tiba Gersang

Gerakku semakin tak leluasa
Namaku semakin didengar tidak nyaman
Jarak yang sudah jauh
Jangan ditambahkan dinding

Aku hidup di bawah perbincangan para senior
Aku membaur di antara teman angkatan dengan karakter yang belum kukenali
Aku berdiri di atas junior yang tersenyum dan menyapaku dengan arti entah
Semua tak dapat aku cegah bahkan tawar

Tawa yang liar adalah usaha memberitahu dunia bahwa aku baik-baik saja
Mata yang ramah sebagai ganti atas hal-hal yang belum aku dapat
Aku tidak menyesal telah mencinta
Hanya tiba-tiba gersang bila mereka hanya penasaran tentang hidupku